Penyakit Keturunan Thalasemia

Penyakit Keturunan Thalasemia  – Talasemia adalah kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah yang mudah rusak, yaitu 3-4 kali lebih cepat dibanding sel darah normal. Oleh karena itu umurnya pun relatif lebih pendek dibanding sel darah normal. Jika sel darah normal memiliki umur 120 hari, maka sel darah merah penderita thalasemia hanya bertahan 23 hari.

Penyakit Keturunan Thalasemia

Penyakit Keturunan Thalasemia

Penyakit Thalasemia

Sel darah merah yang rusak diuraikan menjadi zat besi didalam limpa. Karena kerusakan darah terjadi dengan cepat dan massif, maka kandungan zat besi dalam tubuh menumpuk dan bisa mengganggu fungsi organ lain sehingga berujung pada kematian.

Terdapat dua jenis Penyakit Keturunan Thalasemia , yaitu minor dan mayor. Thalasemia minor disebut juga carier atau pembawa thalasemia, yaitu jika seseorang hanya membawa gen penyebab thalasemia mayor namun memiliki kondisi tubuh yang sehat. Sedangkan tahalasemia mayor merupakan thalasemia berbahaya dan terjadi apabila kedua orangtua memiliki thalasemia minor.

Sementara gejala dari Penyakit Keturunan Thalasemia  menyerupai gejala pada penyakit anemia, yang ditandai dengan gejala lemah, letih, lesu. Gejala thalasemia lain yang mungkin muncul, antara lain berwajah mongoloid, mengalami penyakit kuning, pertumbuhan tubuh terganggu dan perut buncit. Namun, untuk lebih memastikan diperlukan pemeriksaan dan diagnosis klinis melalui uji laboratorium.

Gejala Thalasemia

Gejala thalasemia terjadi bervariasi tergantung dari jenis thalasemia yang diderita, selain itu dilihat pula dari segi derajat kerusakan gen yang terjadi. Awalnya penyakit thalasemia menunjukkan gejala seperti anemia yakni :

  • Wajah pucat
  • Insomnia atau susah tidur
  • Tubuh mudah merasa lemas
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Tubuh mudah mengalami infeksi
  • Jantung bekerja lebih keras untuk memenuhi pembentukan hemoglobin
  • Mengalami kerapuhan dan penipisan tulang. Hal ini disebabkan oleh sumsum tulang yang berperan penting dalam menghasilkan hemoglobin tersebut.

Penyakit Keturunan Thalasemia  dibedakan berdasarkan gejala klinis dan tingkat keparahannya yakni thalasemia mayor dan thalasemia minor. Thalasemia mayor yakni mayor dimana kedua orang tuanya merupakan pembawa sifat, serta thalasemia minor dimana gejalanya jauh lebih ringan danhanya sebagai pembawa sifat saja.

Pada Penyakit Keturunan Thalasemia  mayor gejala dapat timbul sejak awal masa anak-anak, namun kemungkinan untuk bertahan hidup terbatas. Beberapa kasus yang ditemukan selama ini juga membuat timbulnya penggolongan yang lebih baru, yakni thalasemia intermedia, yakni dimana kondisinya berada diantara kedua bentuk thalasemia mayor dan minor.

Pengobatan Thalasemia

Pengobatan utama yang dilakukan pada penyakit thalasemia adalah dengan melakukan transfusi darah. Hal ini bisa membantu dalam menanggulangi terjadinya penyakit anemia yang dialami oleh penderita penyakit thalasmia. Regimen pada transfusi darah yang populer adalah dengan melakukan regimen hipertransfusion yang bisa mempertahankan kurang lebih rata-rata Hb adalah pada sekitar 12,5 g/dl dan juga kadar dari pratransfusi yang tidak berkurang kurang dari sekitar 10 g/dl. Kadar dari Hb pascatransfusi yang tidak boleh berada diatas 16 g/dl, dan bisa terjadi suatu masalah hiperviskositas dan juga terjadinya suatu komplikasi. Dan sangat diharapkan sekali pertumbuhan normal untuk mmebantu melakukan aktivitas secara fisik, menekan terjadinya eritropoiesis, mencegah terjadinya suatu perubahan dalam hal skletal dan dalam hal penyerapan besi gastrointestinal, mencegah terjadinya homopoieseis ekstra medular, mencegah terjadinya splenomegali dan juga hipersplenisme yang akan sangat  berpengaruh pada suatu kualitas hidup mereka. Selain itu, pemberian dari transfusi darah yang harus dilakukan dengan berulang kali bisa mengakibatkan dari terjadinya suatu penimbunan zat besi pada berbagai jaringan atau juga pada organ tubuh misalnya adalah seperti kulit, sel-sel yang ada pada retikulum endoletial atau Re, hati, limpa, sumsum tulang, otot jantung, ginjal, dan juga tiroid serta yang lainnya.

Untuk penderita penyakit thalasemia beta mayor, maka besi yang dihasilkan dari suatu bentuk pemecehan atau juga penghancuran dari eritrosit yang disimpan ke dalam sel-sel RE untuk semakin lebih lama dan juga semakin lebih banyak sehingga kesanggupan dari sel-sel RE dalam hal menyimpan zat besi yang berkurang dan kemudian zat besi ini bisa dilepaskan ke dalam plasma yang selanjutnya akan diangkut oleh transferin menuju ke seluruh tubuh. dan akhirnya hal ini menyebabkan kiadar dari besi serum iron yang akan semakin meningkat dan juga saturasi transferin yang semakin mengalami peningkatan. Kandungan dari besi tubuh yang normal sebanyak 3-5 g untuk anak-anak yang menderita penyakit thalasemia sekitar 0,75 g/kgbb. Dan normalnya pada setiap orang biasanya akan menyerap sekitar 1 mg besi dalam sehari di dalam sistem pencernaan, pada anak-anak yang menderita penyakit thalasemia sekitar 10 mg/hari. Dan sekitar setiap 1 unit darah yang segar atau juga sebanyak 450 ml, mengandung kandungan 200-250 mg besi. Dan dalam setiap cm kubik packed all yang mengandung 1-1,6 mg besi, dengan jumlah rata-rata transfusi yang dilakukan dalam setahun biasanya membutuhkan 180 cc/kg/packed cell maka tubuh akan mengalami sekitar akumulasi 200 mg/kgbb besi dalam setiap tahun.

Kadar dari feritin serum yang ada pada penderita penyakit thalasemia beta mayor biasanya akan mengalami suatu peningkatan dan hal ini akan mencerminkan suatu kadar dari jumlah cadangan besi yang ada pada penderita penyakit thalasemia.

Itulah informasi penyakit thalasemia. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Penyakit Keturunan Thalasemia

Cara Pemesanan Jeli Gamat Luxor – Obat Thalassemia
Membantu Pengobatan Thalassemiatalasemiasp

Harga Jeli Gamat Luxor Obat Thalasemia 1 botol Isi 350 ml = Rp. 265.000,-/ botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0852-1617-3280, tuliskan : Pesan Jeli Gamat Luxor Obat Thalasemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap (untuk menentukan ongkos kirim)


=====================================

>>> Jeli Gamat Luxor Untuk Mengatasi Penyakit Thalasemia dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Thalasemia and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.